COVID-19


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis  panjatkan ke hadirat Allah swt yang telah melimpahkan hidayah dan rahmat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan artikel yang berjudul “COVID 19”.

Dalam kesempatan ini, perkenankanlah penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada yang terhormat kepada Bapak dan Ibu yang sebagai pengajar mata pelajaran teknologi perkantoran dan simulasi digital. Karena adanya pihak-pihak tersebut, saya dapat memacu untuk segera menyelenggarakan tugas belajar ini.

Semoga artikel ini diharapkan dapat memberikan maanfaat bagi pembaca pada umumnya dan guru pada khususnya. Setiap saran,  kritik, dan komentar sangat penulis harapkan untuk meningkatkan kualitas makalah semacam ini di masa mendatang.





DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………     I
Daftar Isi……………………………………………………………….     II
BAB I PENDAHULUAN
§   Tema……………………………………...…………………......    1.1
§   Rumusan masalah…………………………………...………......    1.2
§   Tujuan penulisan………………………………………....…..….    1.3
BAB II PEMBAHASAN
§   Pengertian .…………………………………………….....……..     2.1
§   Proses penyebaran covid 19……..………………………......…..     2.2
§   Gejala covid 19……………………………..…………….....…..     2.3
§   Kasus yang diduga……………………………………....…..….      2.4
§   Tes dan pengobatan…………………...……...…………....……      2.5
§   Kebijakan…………………..………………...…………....……      2.6
§   Dampak wabah covid 19………………………………....…….       2.7
BAB III PENUTUP
§   Kesimpulan…………………………………………...…….…        3.1








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Tema
COVID 19


1.2  Rumusan masalah

1.      Apa yang disebut dengan Virus Corona
2.      Bagaimana proses penyebaran Virus Corona?
3.      Apa saja gejala yang dialami pasien Virus Corona?


1.3  Tujuan Penulisan

Agar pembaca dapat memahami apa itu pengertian dari covid 19, mengetahui apa penyebabnya, bagaimana proses penyebaran covid 19, dan pembaca dapat mengetahui apa saja gejala awal yang dialami oleh pasien covid 19







BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian COVID 19
Covid 10 atau yang sering disebut sebagai Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat menginfeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagi orang-orang terduga COVID-19 ke dalam beberapa tingkatan status.[3]
§  Orang dalam pemantauan (ODP) adalah semua orang yang masuk ke Indonesia–baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA)–yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antarmanusia.

§  Pasien dalam pengawasan (PDP) adalah ODP yang sakit dengan gejala terjangkit COVID-19, seperti demam, batuk, dan mengalami gangguan pernapasan.Suspek adalah PDP yang diduga kuat telah melakukan kontak dengan penderita COVID-19.


Seseorang dikategorikan menderita COVID-19 apabila menunjukkan hasil positif berdasarkan    pengujian laboratorium. Uji yang dilakukan yaitu reaksi berantai polimerase (PCR) dan pengurutan gen. Selain untuk suspek, pengujian laboratorium juga dapat dilakukan pada orang berstatus PDP untuk menemukan penyakit dengan cepat.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengartikan ODP dan PDP sebagai berikut.
§  ODP adalah orang dengan gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

§  PDP adalah orang yang mengalami gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau riwayat demam, ISPA, dan pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir


2.2 Proses penyebaran covid 19
Jakarta Pandemi virus corona penyebab Covid-19 terus membuat resah masyarakat Indonesia. Proses dan model penyebaran yang tak mudah terdeteksi, menjadi atensi khusus.
WHO maupun Pemerintah sendiri telah menyampaikan berbagai imbauan sebagai antisipasi penyebaran virus corona Covid-19 tersebut. Imbauan disampaikan karena banyaknya faktor penyebab masifnya penularan corona Covid-19 dari manusia ke manusia yang sering dengan tidak sengaja dilakukan. Berikut ini beberapa cara penularan virus corona Covid-19 yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
1.        Kontak dengan Benda yang Sering Tersentuh
2.        Benda merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif. Sebab, menurut penelitian, virus corona COVID-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari dengan menempel pada permukaan benda.
3.        Benda-benda tersebut disinyalir merupakan benda yang sering terjamah oleh anggota tubuh seperti tangan yang membawa virus corona covid-19.

2.3 Gejala covid 19
Penyakit coronavirus (COVID-19) memiliki ciri-ciri berupa gejala ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Penyakit ini dapat memiliki gejala yang lebih parah bagi sebagian orang dan dapat menyebabkan pneumonia atau sesak napas.
Dalam kasus yang lebih langka, penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Orang-orang berusia lanjut, dan orang-orang yang memiliki gangguan medis lainnya (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), lebih rentan untuk mengalami gejala yang parah.

Orang-orang mungkin mengalami:
1.      sakit tenggorokan
2.      batuk
3.      demam
4.      kesulitan bernapas (kasus yang parah)
2.4 Kasus yang diduga
Beberapa wisatawan yang pernah mengunjungi atau transit di Bali kemudian dinyatakan positif mengidap SARS-CoV-2 tak lama setelah mereka kembali ke Tiongkok, Jepang, Selandia Baru dan Singapura
Sebanyak 50-70 orang ditempatkan di bawah pengawasan setelah melakukan kontak dengan dua pasien COVID-19 pertama yang dikonfirmasi. Jumlah ini termasuk mereka yang pernah mengunjungi Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, rumah sakit yang sebelumnya merawat dua pasien sebelum dipindahkan ke Jakarta Utara
Seorang lelaki berusia 37 tahun yang meninggal di sebuah rumah sakit di Semarang yang dicurigai menderita COVID-19 dilaporkan negatif, dan sebaliknya menderita flu babi, yang mungkin didapatnya dari perjalanan ke Spanyol baru-baru ini.
Pada 13 Maret, seorang wanita dirawat sebagai suspek COVID-19 meninggal di rumah sakit Padang. Ia diduga menderita COVID-19 setelah kembali dari umrah.

2.5 Tes dan pengobatan
Telah muncul laporan-laporan pasien-pasien di Jabodetabek yang harus menunggu lama untuk mendapatkan tes atau pengobatan untuk kemungkinan kasus COVID-19 karena rumah sakit rujukan menghadapi tekanan yang meningkat

2.6 Kebijakan
Joko Widodo telah mendapat tekanan yang meningkat untuk menerapkan karantina wilayah (lockdown) sebagian di daerah terdampak virus. Para ilmuwan mengatakan bahwa negara ini sedang berlomba dengan waktu untuk menekan penyebaran COVID-19 sebelum Lebaran dak karantina komunitas bisa menjadi solusi satu-satunya untuk melakukan itu. Pada 16 Maret, Jokowi menyatakan bahwa kebijakan karantina wilayah adalah otoritas pemerintah pusat, dan mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak menerapkan karantina wilayah tanpa izin pemerintah pusat.
Pada 27 Maret, para profesor kedokteran Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan karantina wilayah lokal, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah berupa pembatasan fisik (physical distancing) tidak “efektif”. Pemerintah sedang merancang sebuah peraturan pemerintah (PP) untuk mengatur prosedur dan syarat untuk menerapkan karantina regional

2.7 Dampak wabah covid 19

·         SOSIOEKONOMI
Harga masker medis di Indonesia melonjak lebih dari enam kali lipat, dengan harga eceran yang awalnya sekitar Rp30.000 menjadi Rp185.000 (beberapa sumber menyatakan lebih dari Rp800.000) per kotak di beberapa toko setelah dua warga yang dinyatakan positif mengidap koronavirus. Pembelian karena panik juga dilaporkan sejak pertengahan Februari sebelum kasus pertama dikonfirmasi. Masker dan penyanitasi tangan sulit didapatkan masyarakat dalam beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan adanya kasus COVID-19 di Indonesia. Presiden Indonesia Joko Widodo pun memperingatkan orang-orang agar tidak menimbun masker dan penyanitasi tangan. Kepolisian Republik Indonesia telah menindak para tersangka penimbun.

·         EKONOMI


JKSE Composite Index 14 hari setelah kasus pertama (2 Maret 2020)
Menyusul tren penurunan harga saham di seluruh dunia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah bahkan sebelum konfirmasi COVID-19 pertama di Indonesia. Menanggapi ekspektasi perlambatan ekonomi di Indonesia akibat menurunnya kegiatan ekonomi Tiongkok, Bank Indonesia memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% pada 20 Februai.
Pada 12 Maret, saat WHO mengumumkan pandemi, IHSG jatuh 4,2 persen menjadi 4.937 ketika sesi Kamis dibuka, yang merupakan level yang tidak pernah terjadi selama hampir empat tahun terakhir. Pada 13 Maret, perdagangan saham dihentikan untuk pertama kalinya sejak 2008 karena pandemic.
Sementara itu, perdagangan Bursa Efek Indonesia telah mengalami penghentian perdagangan (trading halt) sebanyak lima kali sejak diberlakukan terhitung 11 Maret 2020. Penghentian transaksi perdagangan terjadi masing-masing pada 12 Maret 2020 pada pukul 15:33 WIB, 13 Maret 2020 pukul 09:15:33 waktu JATS, kemudian 17 Maret 2020 pukul 15:02 waktu JATS, dan 19 Maret 2020 pukul 09:37 JATS. Transaksi perdagangan kelima yang dihentikan terjadi pada 23 Maret 2020, pukul 14:52:09 waktu JATS. \

1.      Penurunan pendapatan
Pemerintah telah menyusun kajian dampak ekonomi dan penurunan penghasilan masyarakat di setiap provinsi berdasarkan skenario ringan, sedang, hingga buruk. Skenario tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat dengan para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia pada 24 Maret 2020. Skenario mengacu kepada daya tahan ekonomi setiap provinsi maupun penurunan pendapatan para pelaku ekonomi. Dalam skenario sedang, dampak koronavirus akan membuat pendapatan buruh di Nusa Tenggara Barat turun sekitar 25% dan mampu bertahan hingga Juni-September 2020. Di sektor UMKM, dampak penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Kalimantan Utara sebesar 36% dengan kemampuan daya tahan hingga Agustus-Oktober 2020. Sementara itu, bagi pengemudi supir angkutan umum dan ojek, penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Sumatra Utara sebesar 44%. Bagi petani dan nelayan, penurunan pendapatan terbesar bakal terjadi di Kalimantan Barat sebesar 34% dengan kemampuan daya tahan sampai Oktober-November 2020.


2.      Pariwisata dan hiburan


Sebuah objek wisata di Kota Padang yang sepi seiring imbauan pemerintah kepada warga untuk melakukan pembatasan sosial
Pariwisata Indonesia juga terdampak, dengan Bali mengalami penurunan kedatangan wisatawan sebesar 33% bila dibandingkan dengan Januari, dan penurunan tajam 96% wisatawan Tiongkok. Hotel mengalami tingkat hunian yang sangat rendah, dengan beberapa hotel mencatat tingkat hunian 5% dan bahkan 0% karena terlalu mengkhususkan diri pada pengunjung Tiongkok, adanya pembatasan perjalanan dari negara terinfeksi, dan ketakutan secara umum terhadap virus. Namun, ada peningkatan minat wisatawan domestik, dan wisatawan Tiongkok yang sudah berada di pulau itu umumnya memilih untuk memperpanjang masa tinggal mereka.
Perlombaan ePrix Jakarta pada Formula E musim 2019–2020 juga akan ditunda akibat koronavirus. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta mengumumkan rencananya untuk menunda acara publik dengan pertemuan massal dari Maret hingga April setelah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 menjadi 27 orang.



BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan

            Covid 10 atau yang sering disebut sebagai Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat menginfeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Untuk menghindari penyebaran COVID 19, sebaiknya kita harus mantaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah agar tetap terus dirumah dan menjauhi tempat-tempat yang ramai.













Komentar